Wisata unik

22

Apr
2018

Sekolah Muhammadiyah Laskar Pelangi

Diposting OlehBiliton Journey/ 17 0

Sekolah Muhammadiyah Laskar Pelangi

Berbagai lokasi syuting film Laskar Pelangi di Belitung kini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, termasuk replika sekolah Muhammadiyah Laskar Pelangi. Meskipun bangunannya reyot dan tampak sangat rapuh, sekolah itu banyak menyimpan pesan inspiratif dan keinginan yang besar anak-anak Laskar pelangi.

Kisah bangunan sekolah dasar berwujud reyot dan hampir roboh ini menyimpan sepenggal jejak inspirarif. Serba-serbi nya menjadi penyengat semangat. Realitanya, kini berhasil terus berkumandang lantang.

“Kami harus mengakui, setelah Laskar Pelangi, Pulau Belitung menjadi dikenal oleh banyak orang. Bukan hanya masyarakat nusantara saja, tetapi mancanegara. Menjadi tujuan wisata di Belitung Timur di gencar ini, kami perkenalkan bagi masyarakat luas,” ujar Fahroni, salah satu staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur.

Bangunan itu adalah replika sekolah Muhammadiyah Laskar Pelangi yang merupakan representasi sekolah asli tempat penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata, menimba ilmu dan pengetahuan.

Karya tulis Andrea kemudian diangkat ke layar lebar oleh Mira Lesmana. Film Laskar Pelangi pun sukses membetot perhatian publik. Replika Sekolah Muhammadiyah inilah salah satu lokasi syuting film tersebut.

Nampak dari kejauhan, bangunan sekolahnya jadi tak layak. Berdasarkan film Laskar Pelangi, akhirnya 10 bocah yaitu Lintang, Sahara, Ikal, Syahdan, Mahar, Borek alias Samson, Trapani, Harun, A Kiong dan Kucai, belajar di sebuah sekolah reyot yang sangat tidak memungkinkan untuk proses belajar mengajar.

Kalau SD Muhammadiyah yang sebenarnya sudah ambruk. Guna keperluan syuting Film Laskar Pelangi, contohnya SD Muhammadiyah dibangun sesuai keinginan. Meski replika, kondisi fisik sekolah itu tetap mengetuk pada akhirnya. Ya, memang ada beberapa bagian bangunan yang asli dipasang pada replika.

Bukit putih ibarat ‘karpet’ serta tiang bendera menyambut setiap orang untuk menuju dua pintu ruang kelas sekolah. Lagi-lagi, pasir putih itu replika pasir pantai.

Dua ruang kelas saling berdempetan, dinding papan bercat lusuh. Sebagian atap seng nampak bolong-bolong. Ruang kelas beralas tanah dengan interior berupa lemari, kursi dan meja belajar seadanya yang hanya terdiri dari beberapa meja dan kursi saja.

Sementara bangku kayu siswa terlihat rusak. Menempatkan foto pahlawan nasional di dinding kelas. Begitulah gambaran suasana SD Laskar Pelangi yang menjadi latar belakang, walaupun kondisi bangunan yang tidak memungkinkan, Tetapi para wisatawan tetap ramai berkunjung ke replika ini.

“Sekarang, replika sekolahnya menjadi objek wisata yang diburu para wisatawan. Bukan soal kondisi reyot sekolahnya, tapi pesan dan nilai yang dimasukkan oleh Andrea Hirata soal semangat anak-anak Belitung untuk mendapatkan pendidikan,” kata Megi.

Bertepatan dengan diputar nya film Laskar Pelangi pada tahun 2008 silam, Sekolah tersebut menjadi magnet bagi para wisatawan. Bangunan replika sekolah Muhammadiyah Laskar pelangi diresmikan pada tahun 2010.

“Replika sekolah Muhammadiyah Laskar Pelangi di Gantung ini merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan,” kata Sekretaris Disbudpar Kabupaten Belitung Timur Rusman.

Menurut Rusman, setelah ketenaran Laskar Pelangi dikenal khalayak banyak, pihaknya semakin mengembangkan segala potensi wisata yang tersebar di tanah berjuluk ‘Negeri Sejuta Pelangi’.

Pemkab Belitung Timur mempromosikan sektor pariwisata guna menggairahkan kinerja. Kondisi ini diterima tepat lantaran daerah ini memiliki beberapa destinasi unggulan yang menawan untuk dikunjungi wisatawan.

Berada di wilayah Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, kabupaten ini masih terbilang muda atau masih aktif 15 tahun pada 2015. “Belitung Timur relatif baru, memang pembangunan di daerah ini tidak maju dibandingkan dengan Belitung pusat. Tapi sekarang kami sedang berkembang,” kata Sekda Belitung Timur Talafudin.

Gairah menggenjot wisata yang sudah tampak dengan menjamurnya agen perjalanan serta tempat wisata di dekat titik tujuan wisata. Pihak pemerintah daerah pun gencar mengalihkan kekayaan wisata di Belitung Timur.

Belitung Timur memiliki sejumlah tujuan di Pantai Serdang, Pulau Limau, Pulau Ayam, Open Pit, dan Museum Sastra  yang digagas Andrea Hirata selaku penulis novel trilogi ‘Laskar Pelangi. Talafudin menyambungkan, tidak menutup membahas Belitung Timur pada masa mendatang menjadi destinasi favorit di Indonesia yang disambangi wisatawan.

“Kami konsisten untuk terus-menerus memajukan pariwisata. Belitung Timur layak diperhitungkan menjadi tempat kunjungan para turis nusantara dan mancanegara,” ujar Talafudin bernada optimistis.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mengunjungi replika sekolah muhammadiyah laskar pelangi Belitung ?

Tinggalkan komentar

Please enter comment.
Please enter your name.
Please enter your email address.
Please enter a valid email address.